Simbol-Simbol Negara Menurut Undang-Undang NO. 24 Tahun 2009

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan heraldik, perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh panitia teknis yang dinamakan Panitia Lencana Negara dan diketuai oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. Kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950 (wikipedia). Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2009, Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan pada pasal 1 dijelaskan

  1. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.
  2. Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  4. Lagu Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya.
  5. Panji adalah bendera yang dibuat untuk menunjukkan kedudukan dan kebesaran suatu jabatan atau organisasi.
  6. Bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan secara turun-temurun oleh warga negara Indonesia di daerah daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Bahasa asing adalah bahasa selain Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
  8. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
  9. Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  10. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Undang undang ini mengatur mengenai bahwa bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
bahwa bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; bahwa pengaturan tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia belum diatur di dalam bentuk undang-undang; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang Bendera (Hal ini tercantum di dalam Undang Undang No. 24 Tahun 2009). Adapun ketentuan pasal pasalnya sebagai berikut.

a. Bendera

Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Bendera Negara adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan lebar 2/3 dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Bendera negara dibuat dengan ketentuan ukuran sebagai berikut :

  1. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan
  2. 120 cm x 150 cm untuk penggunaan di lapangan umum
  3. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan
  4. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal
  5. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api
  6. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden
  7. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara
  8. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan pesawat udara
  9. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum
  10. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan meja

Bendera negara dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pengasaan Timur Nomor 56 Jakarta. Bendera pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan dan dipelihara di Monumen Nasiaonal, Jakarta.

Bendera negara terutama di instansi pemerintah wajib dikibarkan tiap hari. Sekolah sebagai instansi pemerintah tentunya wajib mengibarkan bendera merah putih setiap hari.

Bendera negara dapat di kibarkan atau di pasang pada :

  1. kendaraan atau mobil dinas
  2. pertemuan resmi pemerintah atau organisasi
  3. perayaan agama atau adat
  4. pertandingan olahraga
  5. perayaan

setiap orang di larang :

  1. merusak, menyobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.
  2. memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial.
  3. mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
  4. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar, atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apa pun pada bendera negara.
  5. memakai bendera negara untuk langit-langit, atau, membungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara.

b. Bahasa

Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antar daerah dan antarbudaya daerah. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam peraturan perundang-undangan, dalam dokumen resmi negara, dalam pidato resmi presiden, wakil pesiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan didalam atau luar negeri, dan digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional.

c. Lambang Negara

Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.

download Simbol-Simbol Negara Menurut Undang-Undang NO. 24 Tahun 2009
Lambang Negara NKRI (Garuda Pancasila)

Garuda memiliki masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45. Pada perisai sebagaimana dimaksud dalam pasal 46, terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar pancasila sebagai berikut.

  1. Sila pertama dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima.
  2. Sila kedua dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai.
  3. Sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai.
  4. Sila keempat dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai.
  5. Sila kelima dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan atas perisai.

Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas :

  1. warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai
  2. warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai
  3. warna kuning emas untuk seluruh burun garuda
  4. warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung
  5. warna alam untuk seluruh gambar lambang

d. Lagu Kebangsaan

Lagu Kebangsaan adalah lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R Supratman. Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan atau dinyanyikan pada saat :

  1. Untuk menghormati Presiden dan Wakil Presiden serta bendera negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara diadakan dalam upacara.
  2. Dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
  3. Dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga internasional dan seni internasional yang diselenggarakandi Indonesia, dan lain sebagainya.

Sumber : wikipedia, jdih.mkri.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *